Crossover Attack on Titan x Assassin’s Creed Shadows Mendapat Kritikan Keras: Ini Penyebabnya
Crossover Attack on Titan x Assassin’s Creed Shadows Mendapat Kritikan Keras Ini Penyebabnya
Kolaborasi antara Attack on Titan dan Assassin’s Creed Shadows semestinya menghadirkan aksi intens dan pengalaman unik. Namun setelah rilis, banyak pemain segera melontarkan kritik. Untuk memahami penyebabnya, berikut laporan lengkap tentang apa yang membuat event ini menuai respon negatif.
Misi Kolaborasi Tidak Menyajikan Aksi yang Pemain Nantikan
Ubisoft merilis rangkaian quest bertema AoT dengan harapan bisa memadukan dua dunia penuh adrenalin. Namun kenyataannya, banyak pemain justru merasa kecewa setelah mencobanya.
Pertama, misi kolaborasi hanya meminta pemain memanjat dan berayun melalui rute sederhana. Lalu, meskipun Titan muncul, gameplay tidak memberi kesempatan untuk bertarung. Sebaliknya, game hanya menyuruh pemain melarikan diri dan menghindar.
Seorang pemain mengatakan bahwa ia hanya berlari melewati gua selama hitungan detik sebelum Titan tumbang begitu saja. Komentar itu menegaskan betapa dangkalnya pengalaman yang ditawarkan.
Quest Berhenti Mendadak Tanpa Klimaks
Pemain mengikuti alur misi dengan harapan bisa menemukan adegan puncak atau pertarungan besar. Namun, Ubisoft justru menghentikan quest secara mendadak tanpa akhir yang memuaskan. Karena hal itu, banyak pemain menganggap event ini tidak lebih dari tugas musiman yang harus diselesaikan.
Cutscene Gagal Membangun Intensitas
Cutscene seharusnya memperkuat narasi crossover. Namun, cuplikan yang Ubisoft tampilkan justru menurunkan tensi. Adegan Yasuke yang melarikan diri dari Abnormal Titan terlihat kaku dan tidak menampilkan ketegangan yang seharusnya hadir.
Situasinya menjadi lebih buruk ketika pemain membandingkannya dengan Assassin’s Creed Mirage yang baru merilis DLC Valley of Memory dengan cutscene lebih matang. Perbandingan tersebut memicu pertanyaan tentang konsistensi kualitas produksi Ubisoft.
Ubisoft Mendorong Monetisasi Lebih Keras dari Konten Event
Ketika pemain menelusuri menu kosmetik, mereka menemukan berbagai item menarik. Namun Ubisoft menempatkan sebagian besar kosmetik terbaik di balik paket berbayar. Outfit terinspirasi Mikasa untuk Naoe dan armor ala Armored Titan untuk Yasuke termasuk di antaranya.
Karena langkah itu, banyak pemain menilai Ubisoft memprioritaskan penjualan kosmetik alih-alih menghadirkan pengalaman crossover yang kuat. Kritik pun semakin keras karena konten event yang tersedia tidak sepadan dengan harga yang ditawarkan.
Durasi Event yang Singkat Memicu Rasa Terburu-Buru
Event berlangsung dari 24 November hingga 22 Desember. Dengan jangka waktu sesingkat itu, pemain harus menuntaskan misi dan memutuskan pembelian kosmetik dengan cepat. Kondisi ini menciptakan tekanan yang tidak diinginkan.
Ketika pemain sudah menganggap konten event tipis, batas waktu seperti ini hanya memperbesar rasa frustrasi. Sebagian pemain bahkan merasa event ini memanfaatkan FOMO, bukan menawarkan pengalaman yang pantas dirayakan.
Ironi Terbesar: Crossover AoT Tanpa Pertarungan Titan
Banyak penggemar menganggap hal ini sebagai ironi terbesar dari event tersebut. Pemain mengharapkan pertarungan Titan sebagai inti pengalaman AoT. Namun Ubisoft sama sekali tidak memberikan kesempatan itu.
Sebagai perbandingan, beberapa game lain seperti PUBG Mobile pernah menawarkan mode yang memungkinkan pemain berubah menjadi Titan atau memakai Maneuver Gear sepenuhnya. Dengan contoh itu, para pemain merasa Ubisoft tidak memaksimalkan potensi crossover dan justru memberikan pengalaman paling minimalis dari dunia AoT.
Kesimpulan: Visual Menarik Tidak Mampu Menyelamatkan Konten yang Lepas Kendali
Kostum kolaborasi tampil menarik dan memiliki nilai estetika, tetapi gameplay, cutscene, dan konsep event secara keseluruhan tidak mampu memenuhi ekspektasi komunitas. Karena banyak elemen bergantung pada monetisasi dan konten inti terasa dangkal, para pemain akhirnya menilai kolaborasi ini lebih berfungsi sebagai etalase kosmetik berbayar ketimbang sebagai perayaan dua waralaba besar.
Bagaimana Pendapat Kamu?
Jika kamu sudah mengikuti event Assassin’s Creed Shadows, apakah kamu merasa pengalaman kolaborasinya memuaskan, atau justru mengecewakan? Kamu bisa membagikan pandanganmu mengenai event ini dan bagaimana Ubisoft seharusnya memaksimalkan potensi crossover sebesar ini.




